PENDAHULUAN

  1. A. LATAR BELAKANG

Pada saat air hujan jatuh ke bumi,sebagian air jatuh langsung ke permukaan bumi dan ada juga yang terhambat oleh vegetasi (Intersepsi). Intersepsi memiliki 3 macam, yaitu interception loss, through fall, dan stem flow. Interception loss adalah air yang jatuh ke vegetasi tetapi belum sampai mencapi tanah sudah menguap. Through fall adalah air hujan yang tidak langsung jatuh ke bumi, tetapi terhambat oleh dedaunan terlebih dahulu. Stem flow adalah air hujan yang jatuh ke vegetasi dan mengalir melalui batang vegetasi tersebut. Air hujan yang terhambat vegetasi sebagian ada yang menguap lagi atau mengalami evaporasi ada juga yang kemudian jatuh ke permukaan tanah (through fall). Air hasil through fall ini mengalir di permukaan dan berkumpul di suatu tempat menjadi suatu run off seperti sungai, danau, dan bendungan apabila kapasitas lengas tanah sudah maksimal yaitu tidak dapat menyerap air lagi. Dalam lengas tanah, ada zona aerasi yaitu zona transisi dimana air didistribusikan ke bawah (infiltrasi) atau keatas (air kapiler). Semakin besar infiltrasi, tanah akan semakin lembab dan setiap tanah memiliki perbedaan kapasitas penyimpanan dan pori-pori tanah yang berbeda-beda. Vegetasi mengalami fotosintesis pada saat siang hari dan mengalami transpirasi. Peristiwa berkumpulnya uap air di udara dari hasil evaporasi dan transpirasi disebut evapotranspirasi. Evapotranspirasi dikontrol oleh kondisi atmosfer di muka bumi. Evaporasi membutuhan perbedaan tekanan di udara. Potensi evapotranspirasi adalah kemampuan atmosfer memindahkan air dari permukaan ke udara, dengan asumsi tidak ada batasan kapasitas.

Evaporasi adalah proses dimana air diubah menjadi uap air (vaporisasi, vaporization) dan selanjutnya uap air tersebut dipindahkan dari permukaan bidang penguapan ke atmosfer (vapor removal). Evaporasi terjadi pada berbagai jenis permukaan seperti danau, sungai, lahan pertanian, tanah, maupun dari vegetasi yang basah. Pengukuran evaporasi dilakukan dengan mengukur hilangnya air dari suatu system secra langsung, yang dinyatakan dalam volume atau jeluk (depth). Sumber energy dalam proses evaporasi berasal dari Radiasi surya , panas (heat) yang dibawa oleh angin ke suatu wilayah, panas yang tersimpan dalam massa tanah atau lahan, panas yang tersimpan dalam air.

Transpirasi adalah vaporasi di dalam jaringan tanaman dan selanjutnya uap air tersebut dipindahkan dari permukaan tanah ke atmosfer (vapor removal)

Evapotranspirasi (ET) adalah kombinasi proses kehilangan air dari suatu lahan bertanam melalui evaporasi dan transpirasi. Ada beberapa jenis evaporasi yaitu evaporasi potensial (ETp), evaporasi standar (ETo), evaporasi tanaman (Etc), evaporasi aktual ( ETa). Nilai evapotranspirasi dapat dicari dengan beberapa metode yaitu Thornthwaite, Blainey-Criddle, Penman, Penman-Monteith. Perkiraan evapotranspirasi adalah sangat penting dalam kajian-kajian hidrometeorologi.. Peristiwa berubahnya air menjadi uap dan bergerak dari permukaan tanah dan permukaan air ke udara disebut evaporasi (penguapan). Peristiwa pengauapan dari tanaman disebut transpirasi. Kedua-duanya bersama-sama disebut evapotranspirasi.

  1. B. TUJUAN

  1. Mampu menyebutkan berbagai faktor yang mempengaruhi evapotranspirasi
  2. Mampu menduga nilai evapotranspirasi dengan metode Penman dan Thornthwaite

TINJAUAN PUSTAKA

Hidrologi adalah ilmu yang  mempelajari siklus air di alam raya.  Siklus hidrologi atau siklus air meliputi kejadian-kejadian air menguap ke udara, kemudian mengembun dan menjadi hujan atau salju, masuk ke dalam tanah atau mengalir di atas permukaan tanah, lalu berkumpul di danau atau laut, menguap lagi dan seterusnya (Asdak,1995). Air mempunyai fungsi penting dalam tanah, dimana air penting dalam pelapukan mineral dan bahan organik, reaksi yang menyiapkan hara laut bagi pertumbuhan tanaman.  Air berfungsi sebagai media gerak hara ke akar-akar hara tanaman.  Bila air terlalu banyak, hara-hara yang lewat atau ada yang tercuci dan hilang dari perakaran atau bila tinggi evaporasinya,  garam-garam terlarut mungkin terangkut ke lapisan atas tanah dan kadang-kadang tertimbun dalam jumlah yang banyak sehingga dapat merusak tanaman (Hardjowigeno,1987).

Penguapan air dapat dibedakan ke dalam penguapan internal dan penguapan eksternal. Penguapan eksternal terjadi pada permukaan tanah (evaporasi) dan terjadi pada tanaman (transpirasi), sedangkan penguapan internal terjadi dalam pori-pori tanah (Hakim dkk, 1986).

Faktor-faktor utama yang berpengaruh dalam evapotranspirasi adalah (Ward dalam Seyhan, 1977):

1. Faktor-faktor meteorology : radiasi matahari,  suhu udara dan permukaan, kelembaban, angin, tekanan barometer

2. Faktor-faktor Geografi :  kualitas air (warna, salinitas dan lain-lain), jeluk tubuh air, ukuran dan bentuk permukaan air

3. Faktor-faktor lainnya : kandungan lengas tanah, karakteristik  kapiler tanah, jeluk muka air tanah, warna tanah,  tipe, kerapatan dan tingginya vegetasi, ketersediaan air (hujan, irigasi dan lain-lain)

Evaporasi adalah penguapan air dari permukaan air, tanah, dan bentuk permukaan bukan vegetasi lainnnya oleh proses fisika. Dua unsur utama untuk berlangsungnnya evaporasi adalah energi (radiasi) matahari dan ketersediaan air. Proses-proses fisika yang menyertai berlangsungnya perubahan bentuk dari cair menjadi gas berlaku pada kedua proses evaporasi tersebut diatas. Oleh karenanya, kondisi fisika yang mempengaruhi laju evaporasi umum terjadi pada kedua proses alamiah tersebut. Faktor-faktor yang berpengaruh antara lain cahaya matahari, suhu udara, dan kapasitas kadar air dalam udara. Proses evaporasi yang disebutkan diatas tergantung pada jumlah air yang tersedia (Asdak, 1995). Penguapan air dapat dibedakan ke dalam penguapan internal dan penguapan eksternal. Penguapan eksternal terjadi pada permukaan tanah (evaporasi) dan terjadi pada tanaman (transpirasi), sedangkan penguapan internal terjadi dalam pori-pori tanah (Hakim dkk, 1986).

Transpirasi adalah penguapan air dari daun dan cabang tanaman melalui pori-pori daun oleh proses fisiologi. Daun dan cabang umumnya di balut lapisan mati yang disebut kulit air (cuticle) yang kedap uap air. Sel-sel hidup daun dan cabang terletak di bawah permukaan tanaman, dibelakang pori-pori daun dan cabang. Besar kecilnya laju transpirasi secara tidak langsung ditentukan oleh radiasi matahari melalui membuka dan menutupnya pori-pori tersebut (Asdak, 1995). Transpirasi adalah suatu proses ketika air diuapkan ke uadara dari permukaan daun/tajuk vegetasi. Transpirasi, dalam batas tertentu, juga dipengaruhi oleh karakteristik dan kerapatan vegetasi seperti struktur tajuk, perilaku poripoeri daun, dan lain-lain, (Seyhan, 1990).

Kadar air mempunyai fungsi penting dalam tanah, dimana air penting dalam pelapukan mineral dan bahan organik, reaksi yang menyiapkan hara laut bagi pertumbuhan tanaman. Air berfungsi sebagai media gerak hara ke akar-akar hara tanaman. Bila air terlalu banyak, hara-hara yang lewat atau ada yang tercuci dan hilang dari perakaran atau bila tinggi evaporasinya, garam-garam terlarut mungkin terangkut ke lapisan atas tanah dan kadang-kadang tertimbun dalam jumlah yang banyak sehingga dapat merusak tanaman (Hardjowigeno,1987) Gerakan air  ke bawah oleh air gravitasi menarik udara ke dalam tanah (Syarief, 1986). Kehilangan air oleh transpirasi menimbulkan kekuatan utama yang mendorong untuk penyerapan air oleh akar tanaman yang bertranspirasi. Tegangan yang terjadi pada daun oleh hilangnya air transpirasi di transmisikan ke xilem batang dan akhirnya ke akar. Apabila tegangan air dalam akar lebih besar dari tegangan yang mengikat air dalam tanah, air bergerak ke dalam akar (Foth, 1994).

BAHAN dan METODELOGI

  1. A. Alat dan Bahan

 

  1. Penggaris
  2. Kertas millimeter blok
  3. Kalkulator
  4. Alat tulis lainnya

 

  1. B. Prosedur Kerja

Perhitungan Evaporasi

Tentukan evaporasi suatu danau, jika diketahui suhu udara 87 , suhu air 63kecepatan    angin 10 mph, dan  kelembapan relatif 20 %.

Tabel 1. Hubungan antara suhu dan tekanan uap air

Suhu (°F) Tekanan uap (e) (in.Hg)
32 0,18
40 0,25
50 0,36
60 0,52
70 0,74
80 1,03
90 1,42
100 1,91

 

 

  1. Buat grafik hubungan antara suhu dan tekanan uap air.
  2. Hitung nilai es dengan menggunakan grafik.
  3. Hitung nilai eo dengan menggunakan grafik

ea = es x RH

 

  1. Hitung nilai Evaporasi ( k= 0,36)

 

E = k (eo-ea)*(1+Wangin/10)

 

  1. Isi tabel di bawah ini
Suhu (°F) 68,5 78 87 92 100
Evaporasi
  1. Buat grafik hubungan antara suhu udara dan evaporasi

Perhitungan Permukaan Bebas

Jika diketahui luasan danau adalah 2,5 km2.  Hitung Evaporasi bulanan pada table di bawah ini.

Bulan Evaporasi Panci (in./hari) Kp Evaporasi (in./hari) Luas (acres) Evaporasi (act ft/hari) Volume              (ac ft/bulan)
Jan 0,29 0,75
Feb 0,32 1,00
Mar 0,35 0,78
Apr 0,37 0,68
Mei 0,33 0,63
Jun 0,36 0,66
Jul 0,32 0,68
Agust 0,29 0,70
Sep 0,28 0,71
Okt 0,26 0,72
Nop 0,26 0,72
Des 0,25 0,73

Keterangan : 1 square foot = 0,0000023 acre, 1 inch = 0,0833 foot, 1 km2 = 247,1054 acre

  1. Hitung evaporasi panic dengan rumus : Eo = kp.Ep
  2. Hitung evaporasi dari danau tersebut.
  3. Hitung volume air yang terevaporasi selama  satu bulan
  4. Buat grafik hubungan antara evaporasi bulanan dengan bulan

ETp Thornthwaite

Data iklim 1987 – 1992 di Stasiun Rahadi Usman, Ketapang Kalimantan Barat

Unsur Iklim J F M A M J J A S O N D
T max (°C) 30,1 30,3 30,8 31,4 31,6 31,6 31,4 31,4 31,4 31,3 30,7 30,0
T min (°C) 24,2 24,1 24,6 24,2 24,2 23,6 24,2 23,7 23,3 23,5 23,9 24,1
V angin (m/s) 2,2 1,8 1,6 1,5 1,5 2,0 1,9 3,5 2,2 2,1 1,6 2,0
Qs (MJ m2/hari) 14,9 16,0 16,4 15,9 15,5 15,3 15,5 16,8 16,7 15,7 15,2 14,6
CH (mm) 350,0 242,0 365,0 280,0 270,0 160,0 123,0 86,0 102,0 210,0 417,0 429,0

 

  1. Hitung nilai T rata-rata dengan rumus

 

( Tmax + Tmin) / 2

 

  1. Hitung nilai i untuk masing – masing bulan dengan rumus

 

i =

 

  1. Buat tabel i untuk setiap bulan, lalu hitung nilai i dalam 1 tahun.
J F M A M J J A S O N D
i =

 

 

  1. Hitung nilai A

A = (6,75×10-7*I3) – (7,71×10-5*I2) + (1,79×10-2*I) + 0,4424

  1. Cari eTp tiap bulan dengan rumus

 

ETp = 1,6 (10T/I)A

HASIL dan PEMBAHASAN

HASIL

Evaporasi

Suhu (°F) 68,5 78 87 92 100
Evaporasi 0,32 0,27 0,23 0,2 0,14

 

Contoh perhitungan :

Suhu : 68,5            es = 0,7 (diplotkan ke grafik hubungan antara suhu dan tekanan uap)

eo = 0,58

k = 0,36

ea = es x RH = 0,7 x 0,2 = 0,14

E = k (eo-ea)*(1+Wangin/10)

= 0,36 x (0,58 – 0,14) x (1+10/10) = 0,32

Evaporasi Permukaan Bebas

Bulan Evaporasi Panci (in./hari) Kp Evaporasi (in./hari) Luas (acres) Evaporasi (act ft/hari) Volume              (ac ft/bulan)
Jan 0,29 0,75 22,00 617,76 11,32 350,95
Feb 0,32 1,00 0,32 617,76 16,47 461,16
Mar 0,35 0,78 0,27 617,76 13,89 430,72
Apr 0,37 0,68 0,25 617,76 12,86 385,95
Mei 0,33 0,63 0,21 617,76 10,81 335,00
Jun 0,36 0,66 0,24 617,76 12,35 370,51
Jul 0,32 0,68 0,22 617,76 11,32 350,95
Agust 0,29 0,70 0,20 617,76 10,29 319,05
Sep 0,28 0,71 0,20 617,76 10,29 308,76
Okt 0,26 0,72 0,19 617,76 9,78 303,10
Nop 0,26 0,72 0,19 617,76 9,78 293,40
Des 0,25 0,73 0,18 617,76 9,78 287,06

Contoh Perhitungan :

Evaporasi panci ( Eo ) = Kp.Ep = 0,75 x 0,29 = 22,00 in./hari

Luas = 2,5 km2 x 2471,1054 = 617,7635 acre

Evaporasi danau = Evaporasi panci x L

= (22,00 x 0,0833) foot x 617,735 acre = 11,32 act ft/hari

Evaporasi selama 1 bulan ( bulan Januari = 31 hari ) = 11,32 x 31 = 350,95 act ft/bln

 

ETp Thornthwaite

Unsur Iklim J F M A M J J A S O N D
T max (°C) 30,1 30,3 30,8 31,4 31,6 31,6 31,4 31,4 31,4 31,3 30,7 30,0
T min (°C) 24,2 24,1 24,6 24,2 24,2 23,6 24,2 23,7 23,3 23,5 23,9 24,1
V angin (m/s) 2,2 1,8 1,6 1,5 1,5 2,0 1,9 3,5 2,2 2,1 1,6 2,0
Qs (MJ m2/hari) 14,9 16,0 16,4 15,9 15,5 15,3 15,5 16,8 16,7 15,7 15,2 14,6
CH (mm) 350,0 242,0 365,0 280,0 270,0 160,0 123,0 86,0 102,0 210,0 417,0 429,0
Rata-rata 27,15 27,2 27,7 27,8 27,9 27,6 27,8 27,55 27,35 27,4 27,3 27,05

Contoh perhitungan : Bulan Januari

T = ( Tmax + Tmin) / 2

= ( 30,1 + 24,2 ) /2 = 54,3 / 2 = 27,15°C

 

J F M A M J J A S O N D
i = (T/5)1,54 13,54 13,58 13,96 14,04 14,12 13,89 13,62 13,85 13,69 13,73 13,65 13,46

Tabel i untuk setiap bulan

Contoh perhitungan : Bulan Januari

T = 27,15°C

i = (27,15/5)1,54 = 13,54

I total = ∑ i = 165,13

A = (6,75×10-7*I3) – (7,71×10-5*I2) + (1,79×10-2*I) + 0,4424

= (6,75×10-7*165,133) – (7,71×10-5*165,132) + (1,79×10-2*165,13) + 0,4424 = 4.335

eTp tiap bulan

J F M A M J J A S O N D
eTp = 1,6 (10T/I)A 13.81 13.92 15.07 15.30 15.54 14.83 14.03 14.72 14.26 14.37 14.15 13.60

PEMBAHASAN

Pada praktikum kali ini praktikan melakukan pengolahan data mengenai evapotranspirasi. Penentuan nilai evapotrasnpirasi kali ini menggunakan metode ETp Thornthwaite. Pengukuran langsung evaporasi maupun evapotranspirasi dari air maupun permukaan lahan yang luas akan mengalami banyak kendala. Untuk itu maka dikembangkan beberapa metode pendekatan dengan menggunakan input data-data yang diperkirakan berpengaruh terhadap besarnya evapotranspirasi. Apabila jumlah air yang tersedia tidak menjadi faktor pembatas, maka evapotranspirasi yang terjadi akan mencapai kondisi yang maksimal dan kondisi itu dikatakan sebagai evapotranspirasi potensial tercapai atau dengan kata lain evapotranspirasi potensial akan berlangsung bila pasokan air tidak terbatas bagi stomata maupun permukaan tanah.

Penguapan atau evaporasi adalah proses perubahan molekul di dalam keadaan cair (contohnya air) dengan spontan menjadi gas (contohnya uap air). Dua unsur utama untuk berlangsungnnya evaporasi adalah energi (radiasi) matahari dan ketersediaan air. Proses-proses fisika yang menyertai berlangsungnya perubahan bentuk dari cair menjadi gas berlaku pada kedua proses evaporasi tersebut diatas.. Proses evaporasi yang disebutkan diatas tergantung pada jumlah air yang tersedia (Asdak, 1995). Penguapan air dapat dibedakan ke dalam penguapan internal dan penguapan eksternal. Penguapan eksternal terjadi pada permukaan tanah (evaporasi) dan terjadi pada tanaman (transpirasi), sedangkan penguapan internal terjadi dalam pori-pori tanah (Hakim dkk, 1986).Proses ini adalah kebalikan dari kondensasi. Umumnya penguapan dapat dilihat dari lenyapnya cairan secara berangsur-angsur ketika terpapar pada gas dengan volume signifikan. Pengukuran evaporasi dilakukan dengan mengukur hilangnya air dari suatu system secara langsung, yang dinyatakan dalam volume atau jeluk (depth) dengan menggunakan instrumen  anemometer, evaporigraf, panci evaporasi tipe A, panci tertanam, dan panci terapung. Faktor – faktor yang mempengaruhi evaporasi adalah :

  1. Temperature (suhu) dimana jika suhu udara naik dan tanah naik maka E naik.
  2. Angin dimana jika perubahan zat cair jadi uap air naik maka udara jenuh sehingga E turun dan terjadi kondensasi.
  3. Tekanan udara, terjadi evaporasi  bila ada perbedaan tekanan uap air antara permukaan dan udara di atasnya. Bila RH naik maka E turun karena kemampuan untuk menyerap udara berkurang.
  4. Radiasi surya
  5. Kualitas air

Pada grafik perhitungan evaporasi dapat dilihat bahwa suhu berbanding lurus dengan tekanan uap karena semakin tinggi tekanan uapnya. Pada garfik hubungan antara suhu udara dan evaporasi, nilai evaporasi turun dimana tidak berbanding dengan suhu yang naik. Hal ini dikarenakan pada perhitungan evaporasi suhu air yang digunakan sama untuk setiap suhu udara yang ada. Padahal seharusnya setiap keadaan berada pada suhu udara tertentu pasti memiliki suhu air yang berbeda-beda.

Pada grafik hubungan jumlah bulan dengan bulanan diperoleh hasil  bahwa titik terendah diperoleh pada bulan Desember karena berdasarkan pada perputan bumi  curah hujan (CH) bulan Desember  tinggi. CH tinggi ini akan menyebabkan intensitas radiasi cahaya matahari berkurang dan meningkatkan nilai kelembapan (RH) sehingga menyebabkan nilai evaporasi rendah. Evaporasi tertinggi terjadi pada bulan Febuari ,hal ini dikarenakan pada bulan tersebut posisi matahari dekat dengan bumi setelah titik terdekatnya pada bulan Janurai. Hal lainnya juga dikarenaka bulan Febuari merupakan bulan transisi antara musim hujan dengan musin kemarau sehingga intensitas cahaya matahari tinggi. Selain itu jumlah hari bulan Febuari yang paling sedikit dibanding bulan yang lainnya juga berpengaruh pada waktu perputaran bumi terhadap matahari. Semakin singkat waktu perputarannya maka intensitas cahaya matahari yang diterima semkakin tinggi sehingga proses evaporasi semakin tinggi.

Transpirasi adalah vaporasi di dalam jaringan tanaman dan selanjutnya uap air tersebut dipindahkan dari permukaan tanah ke atmosfer. Peranan transpirasi yaitu pengangkutan air ke daun dan difusi air antar sel, penyerapan dan pengangkutan air dan hara , pengangkutan asimilat , membuang kelebihan air, pengaturan bukaan stomata, mempertahankan suhu daun. Macam-macam transpirasi: 1.)Stomater :80-90% total transpirasi, 2.) Kutikuler: 20% total transpirasi, 3.) Lentikuler : 0,1% total transpirasi. Transpirasi sangat berkaitan dengan stomata, stomata pada umumnya terdapat pada bagian-bagian tumbuhan yang berwarna hijau, terutama sekali pada daun-daun tanaman.

Perbedaan antara transpirasi dengan evaporasi adalah : pada tranpirasi 1). proses fisiologis atau fisika yang termodifikasi 2.) diatur bukaan stomata 3.) diatur beberapa macam   tekanan 4.) terjadi di jaringan hidup 5.) permukaan sel basah, pada evaporasi 1.) proses fisika murni 2.) tidak diatur bukaan stomata 3.) tidak diatur oleh tekanan 4.) tidak terbatas pada jaringan hidup 5.) permukaan yang menjalankannya menjadi kering.Sebagian besar air yang diserap tanaman ditranspirasikan. Misal: tanaman jagung, dari 100% air yang diserap: 0,09% untuk menyusun tubuh, 0,01% untuk pereaksi, 98,9% untuk ditranspirasikan (Fitter , 1991)

Faktor-faktor yang mempengaruhi transpirasi yaitu cahaya akan bertambah jika semakin cerah, temperature, kelembapan akan meningkat jika udara menjdi lebih kering, angin bertambah dengan bertambahnya kecepatan angin, air tanah turun jika lengas  tanah turun.

Mekanisme terjadinya transpirasi ditentukan oleh seberapa lebar celah di antara du sel penutup stoma, sehingga faktor-faktor yang mempengaruhi membuka-menutpnya stomata akan menentukan banyaknya transpirasi. Keluarnya uap air dari celah stoma merupakan proses difusi gas, karena tekanan uap di sebelah dalam celah lebih tinggi daripada tekanan uap di udara luar daun. Karena tekanan uap di ruang udara di dalam celah daun selalu berkurang oleh terjadinya difusi gas keluar, maka terjadinya penguapan air di dinding sel parenkim mesofil daun yang berbatasan dengan ruang udara. Selanjutnya proses ini akan menarik air dari sel sebelah dalam dan seterusnya.

Evapotranspirasi adalah total kehilangan air untuk suatu luasan lahan melalui evaporasi dari permukaan tanah dan transpirasi dari permukaan tanaman. Beberapa jenis evaporasi yaitu

  1. Evaporasi potensial (ETp) menggambarkan laju maksimum kehilangan air dari suatu lahan yang sangat ditentukan oleh kondisi iklim pada keadaan penutup tajuk tanaman pendek yang rapat dengan penyediaan air yang cukup dan ditentukan oleh parameter-parameter  iklim.
  2. Evaporasi standar (ETo) adalah evaporasi pada suatu permukaan standar yang dapat diperoleh dari lahan dengan lahan tajuk penuh oleh rerumputan hijau yang ditanam pada lahan subur berkadar air tanah cukup tinggi antara 8-15 cm.
  3. Evapotranspirasi tanaman (ETc) pada kondisi standar adalah ET dari suatu lahan luas dengan tanaman sehat berkecukupan hara dan bebas hama penyakit, yang ditanam pada kondisi air tanah optimum dan mencapai produksi penuh di bawah keadaan suatu iklm tertentu. Nilai ETc berubah-ubah menurut umur atau fase perkembangan tanaman.
  4. Evaporasi aktual (ETa) menggambarkan laju kehilangan air dari suatu lahan bertanam pada kondisi aktual iklim, tanaman dn lingkungan tumbuh serta pengelolaan.

 

Perkiraan evapotranspirasi adalah sangat penting dalam kajian-kajian hidrometeorologi. Beberapa metode analisis perhitungan evapotanspirasi yaitu analisis evapotranspirasi metode Meyer, analisis evapotranspirasi potensial metode Thornwaite, analisis neraca air metode Thornwaite Mather , analisis evapotranspirasi metode Turc Langbein. Pada daerah-daerah yang kering besarnya evapotranspirasi sangat tergantung pada besarnya hujan yang terjadi dan evapotranspirasi yang terjadi pada saat itu disebut evapotranspirasi aktual. Pada praktikum kali ini analisis yang digunakan adalah analisis evapotranspirasi potensial metode Thornwaite dimana data yang diperlukan dalam metode ini adalah suhu rata-rata bulanan yang didapat dari suhu rata-rata harian Evaportranspirasi akan berlangsung hanya bila pasokan air tidak terbatas bagi stomata tanaman dan permukaan tanah, lebih dekat pada fase dengan radiasi matahari karena hanya sedikit panas disimpan oleh tanaman dan juga karena stomata menutup pada malam hari. Evaportranspirasi ini biasanya dipengaruhi oleh faktor meteorologi, geografi dan lainnya seperti kandungan lengas tanah, karakteristik kapiler tanah, jeluk muka air tanah dan sebagainya (Seyhan, 1990).

KESIMPULAN

Dalam ruang lingkup hidrologi proses evaporasi dan transpirasi termasuk di dalamnya. Evaporasi menunjukkan pengupan oleh badan tanah sedangkan transpirasi menunjukkan penguapan oleh badan tumbuhan yang terkait dengan fisiologi tumbuhan. Proses pengupan ini saling berkaitan sehingga disebut evapotranspirasi. Evaporasi dipengaruhi oleh beberapa faktor Temperature (suhu) dimana jika suhu udara naik dan tanah naik maka E naik, angin dimana jika perubahan zat cair jadi uap air naik maka udara jenuh sehingga E turun dan terjadi kondensasi, tekanan udara, terjadi evaporasi  bila ada perbedaan tekanan uap air antara permukaan dan udara di atasnya (bila RH naik maka E turun karena kemampuan untuk menyerap udara berkurang), radiasi surya, kualitas air

Transpirasi juga dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya cahaya akan bertambah jika semakin cerah, temperature, kelembapan akan meningkat jika udara menjdi lebih kering, angin bertambah dengan bertambahnya kecepatan angin, air tanah turun jika lengas  tanah turun. Evapotranspirasi dipengaruhi oleh radiasi matahari,  suhu udara dan permukaan, kelembaban, angin, tekanan barometerkandungan lengas tanah, kerapatan dan tingginya vegetasi, ketersediaan air (hujan).

  • Jika uap air naik, radiasi turun maka evaporasi naik.
  • Jika RH naik maka kemampuan evaporasi turun.
  • Semakin buruk kualitas suatu air maka evaporasi akan naik,
  • Semakin cerah warna tanah maka evaporasi akan meningkat.
    • Semakin rapat vegetasi maka evaporasi akan semakin menurun tetapi tanspirasi    meingkat.
    • Semakin dalam air bumi maka evaporasi akan semakin menurun.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Anonim.http://www.scribd.com/doc/13984318/LAPORAN-HIDROLOGI.

Anonim.http://mayong.staff.ugm.ac.id/site/?page_id=112.

Anonim.http://bituk.blogspot.com/2009/07/evapotranspirasi.html.

Anonim.http://id.wikipedia.org/wiki/Penguapan

Anonim.htto://http://www.google.com. Evaporasi, Tranpirasi dan Evapotranspirasi.2009

Dwi, Bambang Dasanto.2009.Abstraksi Hidrologi,Handout Hidrologi, Bogor : Institut Pertanian Bogor

http://mayang personal site.htm